Hak Penasihat Hukum

Posted on May 22, 2020 19:14

Pada umumnya seorang tersangka/terdakwa adalah orang yang awam hukum. Karenanya seorang terdakwa seringkali membutuhkan bantuan seorang penasihat hukum disampingnya. Nasihat diberikan baik dalam rangka pembelaan maupun dalam hal perlindungan terhadap hak- hak yang dimilikinya. Hal lain yang menjadi penting atas keberadaan seorang penasihat hukum adalah bahwa suatu proses peradilan pidana mungkin merupakan suatu proses yang menakutkan bagi seorang tersangka atau terdakwa. Seorang saksi saja bisa saja ketakutan manakala berhadapan dengan polisi atau jaksa dan hakim apalagi seorang tersangka atau terdakwa.
Dalam hal posisi penasihat hukum dalam suatu proses perkara pidana, pembelaan yang dilakukan bukan semata-mata befrujuan untuk membebaskan atau melepaskan seorang terdakwa atau untuk mendapatkan hukuman yang ringan. Posisi ini pada dasarnya penting juga bagi penuntut umum atau hakim dalam usaha mengejar dan mendapatkan kebenaran materiil, agar dapat melakukan penuntutan atau mengambil keputusan yang tepat dan bermanfaat.
Berkaitan dengan hal tersebut maka KUHAP membekali seorang penasehat hukum dengan sejumlah hak sebagai berikut:
  1. Menghubungi Tersangka dan Terdakwa
    • Dalam hal tersangka/terdakwa tidak ditahan kapan saja sesuai dengan kesepakatan.
    • Kalau tersangka/terdakwa ditahan hanya pada jam kantor dengan seizin pejabat yang berwenang pada semua tingkat pemeriksaan.
    • Pembicaraan antara tersangka/terdakwa tidak diawasi, kecuali terjadi penyalahgunaan.
    • Dalam hal pembicaraan diawasi, tetap pejabat tidak boleh mendengar isi pembicaraan.
  2. Memperoleh Turunan Berita Acara Pemeriksaan
    • Di tingkat penyidikan penasihat hukum berhak memperoleh berita acara pemeriksaan tersangka, di tingkat penuntutan penasihat hukum berhak memperoleh surat dakwaan, dan di tingkat pemeriksaan pada sidang pengadilan berhak memperoleh turunan berkas perkara dan putusan pengadilan.
  3. Mengirim dan Menerima Surat dari Tersangka dan Terdakwa
    • Kalau tersangka/terdakwa ditahan, penasihat hukum berhak mengirim atau menerima Surat dan klien yang isinya tidak diketahui pejabat pada semua tingkat pemeriksaan, kecuali jika terdapat cukup alasan bahwa surat menyurat itu disalahgunakan. Apabila perkaranya sudah di tingkat pengadilan maka pembatasan baik mengenai pembicaraan maupun Surat menyurat tidak berlaku lagi.
  4. Mengajukan Penangguhan/Pengalihan Penahanan bagi Tersangka/Terdakwa
    • Penangguhan penahanan diajukan baik dengan jaminan atau tanpa jaminan. Jaminan bisa berupa jaminan uang atau jaminan orang.
  5. Mengajukan Alat Bukti Guna Melumpuhkan Pembuktian Penyidik/Penuntut umum.
    • Alat bukti yang diajukan dalam rangka menguji melumpuhkan pembuktian penyidik/ penuntut umum dapat berupa saksi a de charge, ahli, Surat ataupun barang bukti.
  6. Mendampingi Tersangka/Terdakwa di Semua Tingkat Pemeriksaan
    • Di tingkat penyidikan penasihat hukum hanya sekedar melihat dan mendengar jalannya pemeriksaan. Di tingkat pemeriksaan di pengadilan, penasihat hukum dapat mengajukan pertanyaan kepada saksi ahli dan kepada terdakwa sendiri.
  7. Mengajukan Pembelaan dan Duplik
    • Dalam hal tuntutan pidana penuntut umum merugikan terdakwa, penasihat hukum mengajukan pembelaan dan kalau perlu duplik/jawaban untuk bahan musyawarah majelis hakim dalam mengambil putusan.
  8. Mengajukan Upaya Hukum
    • Dalam hal terdakwa tidak menerima putusan pengadilan, penasihat hukum atas kuasa khusus dari terdakwa mengajukan upaya hukum banding atau kasasi dengan mengajukan memori banding/memori kasasi. Atau kalau yang melakukan upaya hukum adalah penuntut umum, ia membuat kontra memori banding atau kontra memori kasasi.

 

Sumber : Modul Hukum Acara Pidana Diklat Kejaksaan RI

 

Daftar Referensi Bacaan

Total Views : 2454

Responsive image
Related Post

× Harap isi Nama dan Komentar anda!
berandahukum.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Komentar pada artikel ini
Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image Responsive image
Pengantar Ilmu Hukum
Lembaga Peradilan
Profesi Hukum
Contoh Surat-Surat
Lingkup Praktek
Essay