Putusan Incidenteel

by Estomihi FP Simatupang, SH.,MH

Posted on October 06, 2021 06:57

Putusan incidenteel adalah salah satu jenis putusan sela yang berhubungan dengan adanya incident, yang diartikan dalam Rv. sebagai peristiwa atau kejadian yang menunda jalannya proses pemeriksaan perkara. Dalam teori dan praktik pada umumnya dikenal dua bentuk putusan incidenteel, yaitu: 

1. Putusan incidenteel dalam gugatan interventie

Pasal 279 Rv. melalui gugatan interventie memberi hak kepada pihak ketiga yang berkepentingan untuk menggabungkan diri dalam suatu perkara yang masih berlangsung proses pemeriksaannya pada pengadilan tingkat pertama. Bentuk gugatan interventie yang dapat diajukan pihak ketiga yang berkepentingan antara lain berbentuk:

Voeging.

Dalam bentuk ini pihak ketiga masuk ikut serta dalam proses perkara atau ikut campur tangan dalam perkara dalam bentuk tindakan memihak kepada salah satu pihak, baik penggugat atau tergugat.

Tussenkomst.

Dalam bentuk ini pihak ketiga ikut terjun bergabung dalam proses perkara yang sedang berlangsung, demi membela kepentingannya sendiri, tidak untuk membela kepentingan salah satu pihak (penggugat atau tergugat), karena apa yang diperkarakan atau disengketakan benar-benar tersangkut atau melekat kepentingan pihak ketiga tersebut.

Vrijwaring,

merupakan bentuk interventie dalam bentuk menarik pihak ketiga untuk ikut sebagai pihak dalam proses perkara yang sedang berlangsung, berdasarkan Pasal 70 Rv. Penarikan pihak ketiga itu atas permintaan tergugat dalam rangka meminta pertanggungjawaban kepadanya sehubungan dengan gugatan penggugat yang diajukan kepada tergugat. Menurut Pasal 70 Rv., pihak penggugat pun dapat mengajukan hal yang sama.

Sementara itu, Pasal 280 Rv. mengatur tata cara yang harus ditempuh dalam gugatan interventie. Jika gugatan interventie yang hendak dilakukan berbentuk voeging atau tussenkomst, maka permohonannya dalam praktik diajukan dan disebut gugatan interventie, sehingga gugatan interventie ada yang bersifat voeging atau tussenkomst. Sedang apabila gugatan interventie yang hendak dilakukan berbentuk vrijwaring, maka gugatannya disebut gugatan atau permohonan vrijwaring. Sebenarnya gugatan interventie atau vrijwaring ini tidak diatur dalam H.I.R. maupun R.Bg. Akan tetapi, demi kebutuhan dan kepentingan beracara, telah diadopsi dalam praktik peradilan62 sesuai dengan doktrin proces doelmatigheid63. Untuk itu, apabila terjadi pertentangan antara Rv. dengan

H.I.R. atau R.Bg., maka sudah tentu H.I.R. dan R.Bg. yang lebih diunggulkan, mengingat bahwa pada dasarnya Rv. tersebut telah dinyatakan tidak berlaku oleh Undang-Undang Darurat No. 1 tahun 1951 tentang Tindakan-tindakan Sementara Untuk Menyelenggarakan Kesatuan Susunan, Kekuasaan, dan Acara Pengadilan-pengadilan Sipil.

2. Putusan incidenteel dalam sita jaminan (consevatoir beslag)

Dalam hal hakim bermaksud untuk mengabulkan permohonan sita jaminan (consevatoir beslag) yang diajukan penggugat, maka perintah atas pengangkatan sita tersebut harus dituangkan dalam bentuk putusan incidenteel. Putusan incidenteel yang dikaitkan dengan pelaksanaan sita jaminan (consevatoir beslag) ini disebut cautio judicatum solvi.


Sumber :

  • http://lib.ui.ac.id/
Daftar Referensi Bacaan

Total Views : 538

Related Post

× Harap isi Nama dan Komentar anda!
berandahukum.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Komentar pada artikel ini
Responsive image Responsive image Responsive image

Kirim Pertanyaan

Pengantar Ilmu Hukum
Pengantar Hukum Indonesia
Peraturan PerUndang-Undangan
Yurisprudensi
Lembaga Peradilan
Profesi Hukum
Contoh Surat-Surat
Lingkup Praktek
Essay